Life Flowers


Dialog Budaya dan Gelar Seni “Yogya Semesta” Seri-5:
October 22, 2007, 8:07 am
Filed under: Hello World, Yogya Semesta | Tags:

Merajut Budaya Yogya, Membangun Peradaban Baru Indonesia

“…..bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan…..”
[Bung Karno, “To Build the World a New”]
BAGAIMANA merekonstruksi peradaban baru Indonesia? Siapa yang harus merekonstruksi peradaban itu? Dua pertanyaan itu harus segera kita jawab. Kita tidak membutuhkan lagi bukti atau diskusi berbelit-belit guna menegaskan bahwa peradaban bangsa mulai rapuh. Setiap hari, media massa menyuguhkan aneka tragedi kerapuhan peradaban kita. Meminjam istilah dalam rubrik politika Budiarto Shambazy telah terjadi “gerhana nurani”.
Kini saatnya kita merekonstruksi peradaban bangsa Indonesia seturut sila kedua Pancasila, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Banyak pihak berpikir dan berusaha merekonstruksi peradaban baru Indonesia. Para pakar politik dan politikus berusaha merekonstruksi peradaban baru di bidang politik dengan reformasi politik. Sayang, reformasi “setengah hati” itu justru melahirkan kultur politik baru, yaitu kultur politik kekerasan. Kata-kata mutiara Bung Karno di depan Sidang Umum PBB pada 30 September 1960 yang dikutip di awal tulisan ini, tampaknya masih relevan dengan situasi bangsa saat ini yang lagi menghadapi potensi ancaman budaya kekerasan di berbagai bidang kehidupan……Lihat selengkapnya di HD_Yogya Semesta 5 Tributed by Mr Hary Dendi



Gadis Pecinta Anjing
October 19, 2007, 1:57 am
Filed under: Hello World | Tags:

Anjing adalah binatang yag memang sangat akrab dengan manusia. Dia bisa jadi teman tidur, teman jalan-jalan. Hewan ini lama sekali telah menunjukkan diri sebagai sahabat manusia. Banyak sekali gadis yang jalan-jalan dengan anjingnya. Anjing satu tidak cukup, bahkan dua atau lebih. Dimandikannya dengan sampo anjing, kemudian didandani. Makanan dan minumannya dijamin. Keluar kocek yang besar tidak masalah. Kalau sakit dibawa ke dokter. Pokoknya anjing bagai manusia. Diperlakukan melebihi anak. Kalau anjing hilang dicari ke mana-mana dan ditangisi.

Tetangga saya tiap pagi berteriak-teriak memanggil anjingnya agar sarapan dulu. Dia tidak mau berhenti teriak kalau anjingnya belum datang. Pernah sandal saya menjadi makanan anjingnya.

Dalam film Hongkong ada kisah cinta antara anjing dan tuannya. Saking sayangnya, membuat pacarnya cemburu. Pada suatu hari anjingnya mati. Saking setianya anjing itu kemudian dia bersemedi agar bisa dijadikan manusia selama beberapa hari. Dia ingin membalas budi baik majikannya. Akhirnya anjing itu berhasil malih rupa menjadi manusia. Dalam perjalanannya dia dilindungi oleh seorang Dewa.

Pada suatu hari dia bekerja di sebuah toko. Nah, di sana dia selalu disiksa oleh majikannya, kemudian dia ditolong Dewa penjaganya. Sampai akhirnya dia bertemu majikannya, tetapi majikannya nggak tahu kalau orang yang ada di depannya itu anjingnya yang dulu hilang dan telah mati di suatu tempat. Ketika anting majikan jatuh ke got, dia mengendus-endus hingga bisa menemukan anting tuannya itu. Padahal pacarnya nggak bisa melakukan itu.

Keakrabannya itu menyaingi pacar majikannya. Pacar majikannya menjadi pencemburu berat. Oleh karenanya dia menjadi dendam ingin mempercundangi manusia jadi-jadian anjing tersebut. Saking dendamnya diajaknya anjing jelmaan itu bermain tennis. Mula-mula berhasil juga dipercundangilah anjing itu, tetapi Dewa pendamping akhirnya datang, sehingga pacar majikan itu berhasil di KO-nya. Banyak sekali kisah antara anjing dan manusia yang asyik diikuti.

Sepupu saya yang waktu itu masih kuliah di D3 Jurusan Managemen Rumah Sakit UI memiliki Percaya Diri yang besar sekali. Sebagai gadis Sleman dia termasuk Percaya Diri. Dia masuk kuliah berbaur dengan orang-orang yang berbudaya metropolis dengan pembawaan yang sangat sederhana. Dia ke Depok harus naik kereta api tiap hari. Dia menjadi gadis paling cuek dan sederhana di antara teman-temannya yang anak metropolis.

Sebenarnya pacarnya dulu tidak mau berpacaran dengannya. Tetapi ketika berhari-hari sepupuku itu mampu menjadi tempat curhat yang baik, lama-lama mereka jalan bareng. Dulu sih cowok itu bawaannya curiga melulu, “E, jangan dekat-dekat denganku, aku masih ingin sendiri.” Kebetulan cowoknya itu habis putus. Apa jawaban sepupu saya itu dengan agak tersinggung, “Siapa yang mau dekat-dekat dengan situ, gue cuman mau nolong elu”. Tetapi lama-lama mereka jalan bareng, apalagi kebetulan mereka sama-sama guru bahasa Inggris di TEC.

Pada suatu hari dia diajak pacarnya ke sebuah restaurant. Pengunjung restaurant itu rata-rata pecinan. Dilihatnya banyak anjing yang dibawa tuannya ke restaurant itu. Anjing-anjing itu didandani cantik. Baru saat itulah sepupu saya itu merasa, kemudian dia nyeletuk,”Apa kamu tidak merasa, lihat cantikan mana anjing itu denganku”. Cowoknya hanya ngakak. Sampai di rumah dia ceritakan pada Ibunya kalau dia baru pergi ke restaurant Cina. Wah, tambah gayeng lagi, mana Ibunya juga suka ngocol



Bukan Bunga Jalanan
October 17, 2007, 1:49 am
Filed under: Hello World | Tags:

Wanita adalah tiang negara. Jadi kalau dalam sebuah negara wanita-wanita tidak memiliki keberdayaan, atau tidak ada pemberdayaan wanita atau wanitanya tidak berkualitas, maka berarti negara akan lemah. Wanita bertanggung jawab mendidik dan mengasuh calon-calon pemimpin negara, penerus-penerus pahlawan-pahlawan bangsa. Pahlawan yang diibaratkan sebagai bunga bangsa, kusuma bangsa tidak harus yang telah mati di medan peperangan, tetapi pahlawan berarti orang yang telah melakukan banyak kebaikan dan bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama, bahkan lingkungan keluarga.

Wanita sering diibaratkan bunga. Bunga yang akan saya bicarakan ini bukan bunga yang kita beli di Pasar Kembang atau penjual bunga di tepi jalan, atau bukan pula bunga bangkai yang ada di Bengkulu dan Kebun Raya Bogor atau Raflesia Arnoldi. Kita akan membicarakan bunga-bunga yang telah gugur di medan peperangan melawan penjajahan Belanda, juga bunga yang berjuang dari belenggu adat, bunga yang mampu berdiri di atas singgasana istana baik di tingkat daerah maupun internasional, juga bunga-bunga yang ada di dalam keluarga yang ditanam oleh kedua orangtuanya maupun ditanam orang-orang yang dikasihinya, tidak ketinggalan bunga-bunga yang telah berhasil di kampus.

Kita pernah mendengar bunga-bunga di Taman hati Rasulullah SAW. Saya hanya akan menyebut Bunda Khadijah binti Khuwailid dan Bunda Aisyah. Saya rasa merekalah yang sesungguhnya isteri Rasulullah. Sedang isteri-isteri yang lain merupakan isteri pertanggungjawaban kemanusiaan Nabi Muhammad atas pengorbanan pasukan-pasukannya dalam medan peperangan, sehingga beliau berkenan menyantuni isteri-isteri beliau, bukan karena syahwat. Bunda Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW dalam usia 40 tahun. Beliau seorang saudagar wanita yang hebat. Beliau bersedia membantu perjuangan Rasulullah baik secara materi maupun nonmaterial. Sementara itu Aisyah adalah ahli rawi Sunnah dan Hadist. Beliau diangkat menjadi isteri dalam usia 9 tahun, waktu itu Aisyah menunjukkah cahaya kecerdasannya. Kemudian Bunda Maryam (Maria dalam Nasrani) yang bau makamnya bisa tercium hingga surga yang telah melahirkan Isa a.s. dengan menanggung segala fitnah, karena beliau adalah perawan suci. Beliau hanya bisa bersama Nabi Isa selama 33 tahun.

Di Inggris, pada mulai 15 Januari tahun 1559 bertahtalah Queen Elizabeth I. Dahulu Ratu Elizabeth I bukanlah bunga yang dikehendaki oleh keluarganya untuk hadir di dunia. Ayahnya telah kecewa atas kelahirannya. Dia adalah anak King Henry VIII dengan Anne Boleyn, 7 September 1533 di Greenwich Palace. Dia merupakan gadis terpelajar yang diajar oleh sarjana-sarjana terkenal. Oleh karena keterpaksaan, maka setelah sekian lama Inggris dipimpin oleh seorang King, pada masa itu (1559 -1603) Inggris dipimpin oleh Queen Elizabeth 1, bukan dipimpin oleh King. Elizabeth I dengan keindahan fisik dan kecerdikan mampu menaklukan dunia. Dia memimpin ekspedisi pasukan Inggris ke negeri-negeri Eropa lainnya. Beberapa tahun kemudian Inggris telah memiliki daerah-daerah koloni. Lawan-lawan politik prianya telah banyak yang dipercundangi. Diplomasi yang dihiasi cinta telah mengalahkan lawan-lawan politiknya. Dia memiliki madu dan racun dalam hidupnya.

Masih dalam lingkungan kerajaan Inggris, pada tahun 1981 muncullah seorang putri yang berasal dari golongan biasa. Dia bernama lengkap Lady Diana Frances Spencer, lahir 1 Juli 1961 di Norfolk. Dia memiliki kelebihan di bidang ilmu domestik dan musik. Mula-mula Lady Diana adalah seorang guru TK yang sangat pemalu. Bagaikan cerita Cinderella, beliau disunting oleh Pangeran Charles. Selama beliau masih hidup, beliau sangat gemar melakukan kegiatan kemanusiaan tanpa melihat ras, suku bangsa dan agama, misalnya beramal sosial pada anak-anak, tunawisma, para penderita AIDS. Selama beberapa kali mengunjungi Indonesia. Kebahagiaan Lady Diana mulai surut semenjak beliau melahirkan putra keduanya. Sampai akhirnya beliau meninggal dalam usia 36 tahun, 6 September 1997 dikebumikan di Westminster Abbey. Usia yang masih muda itu telah mampu mengambil hati jutaan hati manusia di dunia, sehingga melebihi pamor kerajaan Inggris. (??)

Dari Inggris, kita akan ke Yordania, di sanalah kita akan menemukan seorang permaisuri yang juga tidak kalah cantik dan mulianya bila dibandingkan Lady Diana, hanya saja memang belum begitu mendunia. Ratu Rania lahir dari keluarga di daerah terpencil. Dia memiliki kemampuan di bidang intelektualitas, selain kepedulian kepada rakyat miskin.

Di Amerika Serikat, dunia mencatat Hillary Clinton. Dia lahir dari lingkungan kampus. Entah bagaimana caranya Hillary bisa menaklukkan playboy yang namanya Bill Clinton. Sebenarnya Hillary yang takhluk atau yang penakhluk ?. Setelah karir kepresidenan suaminya goyah karena skandal dengan Monica Lewinsky (?), beliau berusaha sekuat tenaga mempertahankan mahligai rumah tangganya, sampai akhirnya Bill Clinton tidak menjabat sebagai presiden AS lagi. Hillary Clinton adalah seorang politikus wanita di Amerika Serikat. Januari 2007 ini beliau menjadi kandidat pertama calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat mengalahkan kandidat-kandidat yang lain, padahal beliau sekarang sudah berusia 59 tahun yang di Indonesia dianggap usia pensiun.

Di Indonesia kita memiliki Ratu Simha. Dia adalah Ratu Kalingga yang mampu menegakkan hukum secara tegas. Siapapun yang bersalah pasti dihukum tanpa pandang bulu. Bagi mencuri pasti akan dipotong tangannya. Pada suatu hari ada kerabatnya yang berani menyentuh pundi-pundi uang yang sengaja beliau taruh di tengah tempat umum untuk menguji kejujuran rakyat di Kalingga. Sayang sekali Ratu Simha belum ada bukti konkretnya yang berupa foto, jadi saya tidak bisa tampilkan di sini. Selain Ratu Simha, kita temui Tribuwana Tunggadewi. Dia memerintah di Majapahit di kala dalam masa transisi.

Pada zaman kolonial Belanda di Jawa Tengah telah lahir RA Kartini. Beliau memperjuangkan nasib wanita-wanita Indonesia dari belenggu adat, sehingga sampai sekarang banyak wanita sukses di banyak lingkungan. RA Kartini ternyata tidak bisa melawan suratan takdir yang mengharuskan dia menjadi isteri yang ke berapa dari seorang bupati. Dia tidak berdaya melawan keputusan orangtuanya. Sungguh-sungguh orangtua yang ingin memasukkan anaknya ke liang lahat. RA Kartini menuliskan seluruh gagasan dan isi hatinya dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang disusun oleh Abendanon melalui surat-surat beliau. Oleh karena pemberontakannya terhadap nasib menjadi perempuan yang hanya menjadi konco wingking, perempuan Indonesia masa kini mendapatkan tempat yang luas di area publik.

Setelah bertahun-tahun Belanda bercokol di Aceh, tetapi sulit sekali menguasai Aceh. Dengan berbagai cara Belanda menembus pertahanan Kesultanan Aceh. Di dalam perjuangan itu muncullah Cut Nya’ Dien, Cut Meutia. Di Maluku kita menemukan Christina Martha Tiahahu. Di Jawa Tengah selain RA Kartini, sebelumnya telah ada Nyai Ageng Serang.

Masih banyak bunga-bunga yang bukan bunga di tepi jalan, tetapi perlu tempat yang luas dan waktu yang lama untuk melukiskannya dalam website ini. Mungkin Anda-Anda bisa menemukan banyak bunga-bunga yang saya maksudkan.



Dae Jang Geum, Serial TV yang Layak Ditonton
October 4, 2007, 8:55 am
Filed under: Bedah Media AuVi, Hello World | Tags:

sumber : http://en.wikipedia.org

Dae Jang Geum yang pernah diputar di stasiun TV Indosiar, merupakan sebuah serial TV yang diproduksi pada tahun 2003 oleh MBC TV di Korea Selatan. dae jang geum lebih dikenal dengan “The Great of Jang Geum” atau Jewel in The Palace”.

Serial tersebut merupakan kisah legendaris yang diambil dari sejarah Dinasti Chosun (Joseon), dengan tokoh utama Jang Geum (dimainkan Jo Jung Eun (kecil) dan Lee Young Ae). Film ini pernah mengantarkan lee Young ae sebagai artis terbaik dalam Festival Film Asia di Italia. Ternyata penggemar film ini sangat luas tidak hanya lingkup Asia Tenggara. Dalam film tersebut Nona Lee menjadi dokter kerajaan yang pertama di dalam Dinasti Joseon di Korea. Penulisnya seorang penulis perempuan di Korea yang bernama Yeong-hyeon Kim. Kisahnya dilatarbelakangi oleh sejarah dan budaya, termasuk di dalamnya kuliner dan ilmu pengobatan.

 

Cerita ini diawali dengan kasus konspirasi pembunuhan terhadap anggota kekaisaran Korea yang dituduhkan kepada Ibu dan Bapaknya Dae Jang Geum, Myeong-He Park dan Cheon-Soo Seo. Akhirnya mereka terusir dari kehidupan istana. Di dalam pelarian itu mereka melahirkan seorang putri yang akan membawa nama harum keluarga, Dae Jang Geum. Jang Geum kecil sudah pandai membaca dan menulis, bahkan tahu dasar-dasar pengobatan dan masak memasak, karena Ibunya merupakan dayang istana yang selevel dengan Dayang Kepala.

Kebahagiaan hidup Dae Jang Geum mulai terusik karena ada beberapa mata-mata Kekaisaran yang memergoki mereka. Dae Jang Geum yang cerdas tidak tahan dihina oleh lingkungannya sehingga dia menceritakan jatidiri orangtuanya kepada orang banyak, sampai akhirnya mereka dikejar-kejar. Ayahnya tertangkap ketika menonton pertandingan gulat, sedangkan Ibunya meninggal terkena anak panah yang dilepas oleh pengikut Nyonya Choi.

 

Sebelum Ibunya meninggal, dia sempat berpesan melalui sepucuk surat yang bunyinya menyatakan bahwa Dae Jang Geum harus menjadi dayang istana, harus menuliskan kisah kematian Bapak Ibunya pada dokumen-dokumen kerajaan.

aslijanggeum.jpg

 

Dae Jang Geum menyusup ke kota. Dia diangkat anak oleh salah satu keluarga di kota. Kebetulan keluarga tersebut menjadi pemasok tuak ke istana. Ketika Jang Geum mengantarkan anggur ke pangeran, Jang Geum memohon agar diangkat menjadi dayang istana. Walaupun dilarang oleh Dayang senior, Pangeran mengabulkan permohonan Dae Jang Geum. Dae Jang Geum mendapatkan perlakuan diskriminatif walaupun dia sesungguhnya anak yang sangat berbakat. Untunglah dia di sana mendapat naungan dari Lady Han dan Lady Jung.

Setelah tumbuh menjadi gadis persaingannya dengan Keum Young semakin menyolok. Sungguhpun pun demikian dae jang Geum tetap setulus hati berbaik sangka kepada Keum Young. Keum Young pernah menghilangkan ayam emas milik raja yang akan disembelih untuk simbol kejayaan sebuah kerajaan. Keum Young tidak berani berterus terang karena takut, dan dae Jang Geum pun bersedia menolongnya. Dayang Choi, bibinya Keum Young justru sering melakukan tindakan-tindakan yang mencelakakan Dae jang geum. Untunglah Dae Jang geum seorang gadis pintar dan tekun yang tiada pernah putus asa. Ketika Dae Jang geum dihukum dibuang ke Kebun istana menjadi budak di sana, dia justru bisa mengembangkan tanaman-tanaman yang bisa menghasilkan keuntungan ekonomis bagi kerajaan.

Oleh karena jasa-jasa Dae Jang Geum, dia ditarik kembali oleh Lady Jung dan Lady Han ke istana. Mereka berdua sangat khawatir dengan keadaan Dae jang Geum, sementara itu Lady Choi tidak mau menghentikan langkah-langkahnya untuk mencari pengaruh di istana berkolaborasi dengan seorang Menteri.

dae-jang-geum-3.jpg dae-jang-geum-2.jpg

Setelah terbebas dari kebun istana, Dae Jang Geum masih dipercaya oleh Nyonya Han untuk menjadi asistennya, apalgi mengahadapi kompetensi masak nanti. Dae Jang geum diam-diam mencari catatan masak dari almarhumah Ibunya yang disimpan di ruang masak. sementara itu Lady Choi sedang menyiapkan jampi-jampi untuk meracun permaisuri agar tidak punya putra mahkota. Lady Choi mengira kalau Dae Jang geum tahu apa yang dilakukannya, padahal dia sedang mencari buku catatan Ibunya. Dae Jang Geum dihukum bersama-sama Keum Young. Keum Young selalu menuduhkan apa yang seharusnya ditujukan kepada Lady Choi, namun dialihkan ke Dae Jang Geum, sehingga Dae Jang Geum dikurung. Oleh karena Lady Jung membela Dae Jang Geum dia mendapat masalah dari Dayang Sekretaris kerajaan. Beliau dikucilkan dari pergaulan, tetapi baginya kebenaran tetap kebenaran, makanan tidak bisa dicampurkan dengan politik, tidak benar kalau makanan digunakan sebagai alat mencari pengaruh politik. Keyakinan itu dipegangnya sampai dia mati.

Kebebasan Dae Jang Geum bukan berarti tidak ada masalah lagi, ternyata Lady Choi tidak pernah berhenti, apalagi setelah tahu ternyata Dae Jang Geum adalah anak rivalnya yang telah dia bunuh. Kebetulan dia membaca sendiri wasiat dari Ibu Dae jang geum untuk Jang Geum. Kebebtulan Dae Jang Geum menjadi asisten dari rivalnya, Lady Han, sehingga semakin besarlah kebencian Lady Choi kepada keduanya. Lady Min sendiri tampak hanya dayang yang tidak bisa bersikap, perilakunya kurang kuat.

 



Mencari Channel Hiburan dan Informasi yang Mendidik
October 2, 2007, 9:26 am
Filed under: Bedah Media AuVi, Hello World | Tags:

Banyak buku yang menyatakan agar orangtua segera mematikan layar tv-nya, agar budaya belajar dan budaya baca menjamur di dalam masyarakat. Tetapi tunggu dulu karena ada sesuatu di dalamnya. Saya tidak menyuruh orang untuk menonton tv, tetapi kita juga harus jujur bahwa ada beberapa siaran televisi yang layak ditonton oleh anak-anak.

Ada banyak prasangka yang ditujukan kepada media. Medialah yang telah menjadi penyebab tunggal kebobrokan di dalam masyarakat. Padahal kita hanya membutuhkan suatu ketahanan budaya yang akan memfilter terhadap segala sesuatu yang beredar di dalam masyarakat kita. Di Jepang, media justru dilibatkan untuk mempromosikan budaya baca dan budaya belajar. Artis-artis mereka didaulat untuk terlibat di dalamnya, sehingga artis bukan hanya menjadi objek acara-acara gosip.

Beberapa minggu yang lalu saya mendengar seorang khotib di masjid yang menyinggung masalah acara-acara di televisi. Bagaimana di Jepang anak-anak dilatih untuk menjadi manusia ultra. Kita pernah menonton Ultraman, bukan? bagaimana Ultraman sebenarnya hanyalah seorang manusia biasa, tetapi bila ada monster yang ke kota dia selalu berubah. Monster-monster merupakan simbol dari segala kejahatan di bumi, pengaruh jelek, penjajahan terhadap bangsa Jepang. Untuk menghadapinya diperlukan Ultraman, manusia super.

Jepang sebagai negara maju tidak pernah kehilangan moment-moment budaya lokalnya. Karya-karya dalam media mereka penuh dengan bujukan / persuasi agar orang-orang bisa seperti Ultraman.

Ada lagi film yang sejenis, dengan tokoh kera sakti, Song gho ku (tulisan mungkin tidak seperti itu), “dragon ball”. Dia harus melawan monster-monster yang akan merusak bumi.

Jangan sampai anak-anak Jepang cengeng seperti Nobita (dari bahasa Inggris No bit = tidak menggigit) karena tidak punya taring di depan teman-temannya seperti Giant (simbol keperkasaan Amerika) dan Suneo (simbol ketakaburan/aroganisme Eropa). Jerman yang selalu memilih-milih teman, dan sebagainya. Padahal kalau di Jawa Giant itu disamakan dengan Gianto yang kadang-kadang katroo. Untuk menghadapi Giant dan Sune, Nobita harus memiliki kantung ilmu pengetahuan (Doraemon). Akan tetapi, tidak boleh untuk usil terhadap teman-temannya.

Selain itu media TV Jepang juga mendidik anak-anak Jepang untuk menjadi ahli analisis. Detektif Conan, detektif cilik yang selalu berhasil menyelesaikan problem-problem orang-orang dewasa karena kemampuan analisanya. Sailormoon mengajarkan gadis-gadis yang bisa melindungi dirinya.

Untuk menggoalkan antusiasme Jepang dalam pertandingan sepakbola piala dunia, ataupun liga Asia, diciptakanlah film kartun Tsubatsa, yang selalu gigih dalam setiap pertandingan dan dalam latihan.

Ketika Jepang ingin mempromosikan produk kulinernya mereka menciptakan kartun “Si Anak Cita rasa” yang dilahirkan untuk memasak. Dia pandai memadukan resep-resep memasak makanan, dan rajin mengikuti kompetisi memasak dengan koki-koki senior. Tentu saja cercaan selalu ditujukan padanya.

Berbeda dengan kebanyakan sinetron Indonesia yang bercerita tentang cinta monyet, dunia glamoritas, sehingga mendorong remaja-remaja untuk mengikuti pola hidup konsumtif. Semestinya film-film remaja Indonesia tidak hanya bertema cinta, tetapi juga cerita detektif, atau bertema problem solving sehingga remaja-remaja Indonesia menjadi lebih cerdas. Ini berarti media turut membantu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ada juga film-film yang baik seperti Samsul dan Badriah. Tetapi akan menjadi jelek kalau nanti larinya ke arah cinta monyet. Samsul menjadi anak yang tangguh setelah beberapa hal yang mengenainya. Dia menjadi lebih dewasa dalam menghadapi kehidupannya. Walaupun demikian film tersebut mestinya ceritanya diarahkan ke arah setting umur Samsul, apakah cerita tersebut pantas untuk anak seusia Samsul, ataukah samsul yang masih anak-anak harus dipaksakan untuk menjadi orang dewasa.

Film Candy telah menyebabkan Rachel Amanda tetangisan terus, menjadikan seorang anak menjadi pemurung oleh segala persoalan hidup. Ibu menjadi sesuatu yang misterius baginya, bahkan kepercayaan orang kepada dirinya menjadi sulit baginya. Ibunya suka bohong. Ibunya digambarkan sebagai wanita yang tidak bisa berpikir sistematis, grusah-grusuh tanpa pertimbangan.

Film monyet cantik itu juga mengarah ke cinta monyet, tetapi film ini mengajarkan kalau anak itu tidak ramah dan mudah marah maka wajahnya akan mirip monyet.

Si Eneng kaos kaki ajaib menawarkan dunia keajaiban. Eneng bisa merubah keadaan dan bisa menolong orang lain dengan kantong ajaibnya.

Orangtua memang perlu mendampingi putranya menonton televisi, tetapi bukan berarti dipenjara dalam kehendak orangtua yang justru membelenggu kreatifitas anak-anak.