Posted by: ekosuryanti | October 7, 2006

Yuk, menelusuri dunia dengan membaca

Sekarang ini banyak asumsi, yang menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia itu masih kurang. Mereka lebih suka bicara atau mendengarkan orang bicara. Kenapa demikian ?

1. Kurangnya daya tarik masyarakat dewasa maupun anak-anak untuk membaca. Mereka tidak pernah sadar bahwa membaca itu adalah kebutuhan

2. Rendahnya angka melek huruf di tengah-tengah masyarakat kita.

3. Gencarnya tontonan-tontonan hiburan yang disuguhkan tv atau video telah menghipnotis masyarakat dewasa dan anak-anak. Membaca yang membutuhkan ketelitian/njlimet, membutuhkan waktu yang lama, kadang-kadang membosankan, tentu saja lebih nyaman menikmati hiburan-hiburan ringan dari layar kaca

4. Budaya dalam masyarakat yang belum menempatkan kegemaran membaca sebagai gaya hidup tingkat tinggi. Masyarakat atau lingkungan tempat tinggal kurang menghargai gaya hidup tersebut

5. Belum ada pembiasaan membaca pada keluarga sejak anak-anak sebagai masa keemasan penanaman kebiasaan-kebiasaan.

6. Mahalnya harga buku-buku yang tidak sepadan dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat golongan tertentu

7. Pelayanan perpustakaan yang belum bisa mengenai semua anggota masyarakat, yang terdiri atas banyak golongan

8. Pihak sekolah kurang menekankan pembiasaan membaca dalam proses pembelajaran.

Pihak perpustakaan daerah perlu menggiatkan perpustakaan keliling di tempat-tempat terpencil, karena tidak semua wilayah memiliki perpustakaan yang dekat. Para donatur juga perlu memperhatikan kebutuhan media baca masyarakat. Para tokoh agama bisa menggiatkan budaya ini di lingkungannya. Diharapkan masyarakat termotivator untuk selalu membaca.

 

Menumbuhkan budaya baca pada masyarakat sangat sulit, tidak semudah membalikkan tangan, perlu kiat-kiat khusus :

1. Orangtua harus mengalahkan waktu menonton sinetron kesayangannya atau acara lainnya untuk membacakan buku buat anak-anaknya,

2. Orangtua harus mulai mencintai buku. Usahakan pergi kemanapun membawa buku

3. Tata ruang di rumah ataupun di kantor yang mendekatkan anak-anak atau orang-orang di sekitarnya dengan buku-buku,

4. Reward-reward bagi kutu buku,

5. Penciptaan kondusif yang memancing keingintahuan membaca.

Setelah mereka memiliki minat, maka minat itu perlu dipupuk agar menjadi pembiasaan dan budaya dengan langkah-langkah berikut :

1. Mentargetkan jumlah buku yang dibaca anak-anak

2. Kalaupun menonton tv, arahkan pada tayangan-tayangan yang memancing kemahiran membaca

3. Pemilihan buku-buku yang sesuai usia dan ranah mereka,

4. Rekreasi yang mendidik membaca

5. Kemudahan memperoleh media-media baca.

Dengan membaca seseorang mendapatkan pengalaman lebih, nilai positif. Orang yang rajin membaca biasanya dengan mudah mengikuti diskusi multi tema, karena akan membantu perbendaharaan kata. Kalau dia sedang ngumpul dengan teman-teman sebaya pasti tidak ketinggalan zaman. Yang pasti dengan membaca seseorang mendapat tambahan pengetahuan.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: