Posted by: ekosuryanti | May 13, 2007

Tirakat untuk Indonesia Raya

Dasawarsa akhir ini Indonesia banyak mengalami ujian yang maha berat. Kalau dilihat dari religiusitas, semua akan berpikir apakah kita diuji, diperingatkan atau sudah dihukum oleh Tuhan. Bangsa Indonesia secara bertubi-tubi merasakan kemarahan alam. Apabila alam meluapkan kemarahannya mungkin manusia tidak akan bisa membendungnya begitu saja. Seolah-olah kita telah melihat bukti dari firman Tuhan, “Ketika bumi diguncangkan dengan dahsyatnya, bumi memuntahkan segala isinya, dan manusia bertanya apa yang terjadi?…….”

Pada akhir Desember 2004 Aceh dan Sumatra Utara diguncang gempa bumi yang berkapasitas terjadinya tsunami. Bencana Aceh dan Sumatra Utara ditetapkan sebagai bencana nasional.

Bagaikan laut terbelah kemudian memuntahkan segala isinya, kemudian menerjang semua benda yang ada di depannya. Ribuan jiwa meninggal diterjang gelombang tsunami. Seperti lagu Desember Kelabu yang dinyanyikan Yuni Shara, Desember 2004 itu semua mata tertuju ke Aceh dan Sumatera Utara, berlinang air mata menyaksikan Meulaboh dan sekitarnya tertelan tsunami.

Tidak sedikit orang, lembaga baik nasional maupun asing yang menyumbangkan baik materi maupun material guna mengentaskan rakyat Indonesia yang tinggal di Aceh dan Sumatra Utara dari penderitaan jiwa dan raga.

Di daerah-daerah lain seperti Papua dan Nusa Tenggara juga diguncang gempa bumi yang meratakan rumah penduduk dan penghuninya. Semua ahli mulai membicarakan rumah tahan gempa. Setiap media juga menayangkan diskusi-diskusi rumah tahan gempa. Sampai pada 27 Mei 2006 Yogyakarta, wilayah di bagian selatan Jawa Tengah dan Klaten diguncang gempa bumi dengan kekuatan mendekati 6 SR. Ribuan rumah dihancurkan dan ribuan orang (kira-kira 6000 jiwa) meninggal dan sakit. Air mata seluruh bangsa Indonesia pun terkuras lagi. Persatuan dan kesatuan yang tampak dalam keguyupan mereka menhadapi segala yang terjadi saat itu. Gotong royong, bahu membahu membereskan puing-puing yang berserakan. Tidak hanya penduduk Yogya yang menanggung, tetapi saudara-saudara dari luar daerah juga ikut berpartisipasi membersihkan kota dari puing-puing bencana dan sekaligus membantu secara materi maupun non materi membangun kembali Yogyakarta. Ibu-ibu pun guyup rukun tiap hari memasak untuk dikirimkan ke daerah korban gempa. Mereka mengkoordinir sumbangan-sumbangan dari desa mereka. Dari desa ke desa, dari kecamatan ke kecamatan, dari kabupaten ke kabupaten melakukan kegiatan yang serupa.

Sebelum peristiwa tersebut, penduduk Yogya bagian utara telah tertekan dengan aktifitas Eyang Merapi di pasak bumi Jawa Tengah. Beliau merokok tidak pernah berhenti, mengepulkan asap yang berwarna kemerah-merahan dan juga cairan kemerah-merahan. Penduduk di sekitarnya sudah frustasi, termasuk binatang-binatang ternaknya. Banyak yang sudah tinggal di tempat pengungsian.

 

 

 

Sementara itu Mbah Maridjan seolah-olah menghilang begitu saja, entah apa yang dilakukan beliau, mungkin sedang berkomunikasi dengan Eyang Merapi tanpa sepengetahuan orang awam. Setelah 27 Mei 2006 penduduk Yogya dicekam oleh gempa vulkanik dari Eyang Merapi dan gempa tektonik dari Laut Selatan. Ritual-ritual dilakukan hingga memasang janur kuning di luar dan di dalam rumah sebagai doa keselamatan kepada Tuhan yang Maha Esa. Janur, dari Janah dan Nur, cahaya surga. Siapa yang ingin selamat harus mengejar cahaya suarga melalui perbanyakan doa dan tirakat. Beberapa bulan kemudian Gunung Merapi memuntahkan banyak bahan material sehingga terjadi banjir material di sungai-sungai lereng Merapi. Bunker-pun belum mampu menyelamatkan orang-orang yang ingin berlindung di dalamnya. Orang-orang juga mengalami keadaan yang tidak menentu, pada satu sisi tidak bisa meninggalkan tempat tinggalnya, tetapi ragu-ragu, sementara Pemerintah telah menyediakan tempat pemukiman.

Beberapa bulan berikutnya terjadi gempa bumi di wilayah pantai selatan Jawa yang berpotensi tsunami di Pangandaran (Ciamis), Cilacap, Purworejo, dan sekitarnya dengan total korban kurang lebih 600 jiwa. Bagi yang sempat lari ya selamatlah, bagi yang tidak terhempas gelombang tsunami.

elum lagi bencana-bencana yang lain, seperti banjir di beberapa kota, hilangnya hutan-hutan, meluapnya lumpur Sidoarjo yang melalap lahan-lahan dan pemukiman penduduk di Sidoarjo, jatuhnya pesawat, tenggelamnya kapal, kecelakaan kereta api, terjangkitnya wabah flu burung (H5N1), antrax, formalin, dan sebagainya. Ada apa dengan Nusantara. Apa bangsa Indonesia sedang banyak dosa sehingga dihukum Tuhan. Dimanapun tidak bisa ditemukan surga. Mungkinkah karena korupsi, apakah mungkin karena aborsi, Mungkinkah karena kawin cerai, mungkinkah karena perselingkuhan, mungkinkah karena fitnah dan ghibah/gosip? mungkinkah karena hujat menghujat, hardik menghardik, Mungkinkah karena eksplotasi kelewat batas atas alam, flora dan fauna? Mungkinkah karena banyak kedurhakaan rakyat kepada para pahlawan bangsa? Yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan. Ada apa dengan Nusantara? Keweningan dan keheningan dibutuhkan untuk mengupas semua kejadian, apakah bangsa Indonesia sedurhaka kaum Nabi Nuh, sedurhaka kaum Musa, sedurhaka Abrahah yang dihujani batu oleh burung Ababil, sedurhaka Karun, atau sedurhaka kaum Luth yang dihujani batu karena tidak bisa megendalikan syahwat ? Ataukah yang lain? Butuh perenungan dan pemikiran untuk pencerahan demi masa-masa depan Nusantara tercinta.

(www.ekosuryanti.blogsome.com, is antipornopictures personal website designed by Eko Suryanti. Special thanks to blogsome sponsor. This website contains social, cultural, education, letter and art. It is anti pornografi website)


Responses

  1. […] Sumber […]


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: