Posted by: ekosuryanti | August 22, 2007

Jangan “BETE” dong, ayo nulis

 

Apakah explorer website kita ini pernah membaca buku yang judulnya “Daripada Bete Nulis Aja” ? Saya kira itu hal yang penting dan pokok, berguna. Kita menjadi semangat untuk membiasakan diri hidup dengan tulis menulis. Setelah mempunyai semangat, seseorang diharapkan menjadi produktif untuk menulis tentang apa saja, bahkan hal-hal yang kecil yang jauh dari perhatian orang lain. Kadang-kadang orang lebih suka melihat daripada membuat. Mari kita mencoba untuk membuat atau menciptakan sebuah karya tulis.

 

Banyak orang-perempuan yang sukses karena menulis. Apa yang mereka pikirkan, yang mereka tuliskan, narasi analisis mereka akan pengalaman dan kehidupan ini telah dibaca jutaan manusia di dunia. Ini semua karena menulis. Dengan menulis, itu berarti kita telah bicara kepada dunia tentang banyak hal. Sebut saja banyak penulis besar dari zaman ke zaman, Agatha Christie, J.K. Rowling, Nawal el Sadawi, Kahlil Gibran, Titis, Avi Basuki, Jenar Maesa Ayu dan banyak sekali.

 

Agatha Christie spesialis novel detektif, Nawal el sadawi, penulis emansipasi wanita.

 

J.K. Rowling, penulis Harry Potter sudah menulis hal-hal yang spektakuler tetapi klasik. Dia berani membuat sendiri untuk dinikmati orang lain. Buku tebal berseri-seri itu laku keras di pasaran perbukuan dunia, hingga mengantarnya menjadi milyarder dunia. Hebat, semua berawal dari menulis. Dengan menulis orang bisa mengaktualisasikan dirinya, bisa mengisi waktu-waktu luangnya dengan hal-hal yang berguna dan bahkan bisa menghasilkan uang. Dengan mengirim tulisan ke sebuah surat kabar, majalah atau yang lainnya, orang bisa puas, bisa mengukir namanya di media, dan tentu saja mendapatkan imbalan.

 

RA Kartini berhasilpun berawal dari sering menulis surat kepada teman Belandanya. Jadilah kumpulan surat-suratnya itu menjadi habis Gelap terbitlah Terang.

 

Rieke Dyah Pitaloka (presenter dan artis), Heppy Salma (artis), Kelik PelipurLara (komedian) senang menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku. Dengan menulis, orang bisa mengapresiasikan kemampuan dirinya, terangkat martabatnya.

 

Seorang anak SMPN Pakem mendapatkan honor menulisnya sebesar 300 ribu rupiah untuk sebuah cerita yang dibuatnya dan dikirim di Kompas Anak. Setiap artikel, foto-foto, cerita yang dikirim ke koran atau tabloid akan mendapat honor. Siapa tahu ada penerbit besar yang tertarik dengan tulisan-tulisan dan foto-foto itu sehingga mereka berniat menjual karya-karya kita dalam bentuk buku.

 

Menulis itu gampang-gampang sulit, perlu ketekunan dan tidak boleh mengenal putus asa. Suatu kesalahan harus dihadapi dengan kearifan. Penulis pemula mengalami kemandegan ide, tidak langsung dipublikasikan oleh media, itu lumrah.

 

Penulis pemula biasa mengalami sindrom takut salah, takut untuk memulai, tidak tahu bagaimana memulainya, malu kalau tidak di muat, takut tidak dihargai orang lain.

 

Bekal seorang penulis haruslah tekun membaca dan berlatih. Dengan membaca kita akan memiliki wawasan lebih luas, mudah menyelesaikan permasalahan, terlatih berpikir positif, dewasa, kreatif, sistematis.

 

Mari kita berkeyakinan bahwa :

 

Menulis dapat menaikkan martabat manusia, menulis itu bagian dari keindahan, menulis itu kewajiban, menulis itu mengasyikkan, menulis bisa mengundang rezeki bagi seseorang, sehingga bagi penggemar menulis akan terhindar dari kemiskinan, negara pun bisa tertolong dari segi ekonomi.

 

Berikut ini alamat beberapa media……..Yo menulis, jangan bete


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: