Posted by: ekosuryanti | October 17, 2007

Bukan Bunga Jalanan

Wanita adalah tiang negara. Jadi kalau dalam sebuah negara wanita-wanita tidak memiliki keberdayaan, atau tidak ada pemberdayaan wanita atau wanitanya tidak berkualitas, maka berarti negara akan lemah. Wanita bertanggung jawab mendidik dan mengasuh calon-calon pemimpin negara, penerus-penerus pahlawan-pahlawan bangsa. Pahlawan yang diibaratkan sebagai bunga bangsa, kusuma bangsa tidak harus yang telah mati di medan peperangan, tetapi pahlawan berarti orang yang telah melakukan banyak kebaikan dan bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama, bahkan lingkungan keluarga.

Wanita sering diibaratkan bunga. Bunga yang akan saya bicarakan ini bukan bunga yang kita beli di Pasar Kembang atau penjual bunga di tepi jalan, atau bukan pula bunga bangkai yang ada di Bengkulu dan Kebun Raya Bogor atau Raflesia Arnoldi. Kita akan membicarakan bunga-bunga yang telah gugur di medan peperangan melawan penjajahan Belanda, juga bunga yang berjuang dari belenggu adat, bunga yang mampu berdiri di atas singgasana istana baik di tingkat daerah maupun internasional, juga bunga-bunga yang ada di dalam keluarga yang ditanam oleh kedua orangtuanya maupun ditanam orang-orang yang dikasihinya, tidak ketinggalan bunga-bunga yang telah berhasil di kampus.

Kita pernah mendengar bunga-bunga di Taman hati Rasulullah SAW. Saya hanya akan menyebut Bunda Khadijah binti Khuwailid dan Bunda Aisyah. Saya rasa merekalah yang sesungguhnya isteri Rasulullah. Sedang isteri-isteri yang lain merupakan isteri pertanggungjawaban kemanusiaan Nabi Muhammad atas pengorbanan pasukan-pasukannya dalam medan peperangan, sehingga beliau berkenan menyantuni isteri-isteri beliau, bukan karena syahwat. Bunda Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad SAW dalam usia 40 tahun. Beliau seorang saudagar wanita yang hebat. Beliau bersedia membantu perjuangan Rasulullah baik secara materi maupun nonmaterial. Sementara itu Aisyah adalah ahli rawi Sunnah dan Hadist. Beliau diangkat menjadi isteri dalam usia 9 tahun, waktu itu Aisyah menunjukkah cahaya kecerdasannya. Kemudian Bunda Maryam (Maria dalam Nasrani) yang bau makamnya bisa tercium hingga surga yang telah melahirkan Isa a.s. dengan menanggung segala fitnah, karena beliau adalah perawan suci. Beliau hanya bisa bersama Nabi Isa selama 33 tahun.

Di Inggris, pada mulai 15 Januari tahun 1559 bertahtalah Queen Elizabeth I. Dahulu Ratu Elizabeth I bukanlah bunga yang dikehendaki oleh keluarganya untuk hadir di dunia. Ayahnya telah kecewa atas kelahirannya. Dia adalah anak King Henry VIII dengan Anne Boleyn, 7 September 1533 di Greenwich Palace. Dia merupakan gadis terpelajar yang diajar oleh sarjana-sarjana terkenal. Oleh karena keterpaksaan, maka setelah sekian lama Inggris dipimpin oleh seorang King, pada masa itu (1559 -1603) Inggris dipimpin oleh Queen Elizabeth 1, bukan dipimpin oleh King. Elizabeth I dengan keindahan fisik dan kecerdikan mampu menaklukan dunia. Dia memimpin ekspedisi pasukan Inggris ke negeri-negeri Eropa lainnya. Beberapa tahun kemudian Inggris telah memiliki daerah-daerah koloni. Lawan-lawan politik prianya telah banyak yang dipercundangi. Diplomasi yang dihiasi cinta telah mengalahkan lawan-lawan politiknya. Dia memiliki madu dan racun dalam hidupnya.

Masih dalam lingkungan kerajaan Inggris, pada tahun 1981 muncullah seorang putri yang berasal dari golongan biasa. Dia bernama lengkap Lady Diana Frances Spencer, lahir 1 Juli 1961 di Norfolk. Dia memiliki kelebihan di bidang ilmu domestik dan musik. Mula-mula Lady Diana adalah seorang guru TK yang sangat pemalu. Bagaikan cerita Cinderella, beliau disunting oleh Pangeran Charles. Selama beliau masih hidup, beliau sangat gemar melakukan kegiatan kemanusiaan tanpa melihat ras, suku bangsa dan agama, misalnya beramal sosial pada anak-anak, tunawisma, para penderita AIDS. Selama beberapa kali mengunjungi Indonesia. Kebahagiaan Lady Diana mulai surut semenjak beliau melahirkan putra keduanya. Sampai akhirnya beliau meninggal dalam usia 36 tahun, 6 September 1997 dikebumikan di Westminster Abbey. Usia yang masih muda itu telah mampu mengambil hati jutaan hati manusia di dunia, sehingga melebihi pamor kerajaan Inggris. (??)

Dari Inggris, kita akan ke Yordania, di sanalah kita akan menemukan seorang permaisuri yang juga tidak kalah cantik dan mulianya bila dibandingkan Lady Diana, hanya saja memang belum begitu mendunia. Ratu Rania lahir dari keluarga di daerah terpencil. Dia memiliki kemampuan di bidang intelektualitas, selain kepedulian kepada rakyat miskin.

Di Amerika Serikat, dunia mencatat Hillary Clinton. Dia lahir dari lingkungan kampus. Entah bagaimana caranya Hillary bisa menaklukkan playboy yang namanya Bill Clinton. Sebenarnya Hillary yang takhluk atau yang penakhluk ?. Setelah karir kepresidenan suaminya goyah karena skandal dengan Monica Lewinsky (?), beliau berusaha sekuat tenaga mempertahankan mahligai rumah tangganya, sampai akhirnya Bill Clinton tidak menjabat sebagai presiden AS lagi. Hillary Clinton adalah seorang politikus wanita di Amerika Serikat. Januari 2007 ini beliau menjadi kandidat pertama calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat mengalahkan kandidat-kandidat yang lain, padahal beliau sekarang sudah berusia 59 tahun yang di Indonesia dianggap usia pensiun.

Di Indonesia kita memiliki Ratu Simha. Dia adalah Ratu Kalingga yang mampu menegakkan hukum secara tegas. Siapapun yang bersalah pasti dihukum tanpa pandang bulu. Bagi mencuri pasti akan dipotong tangannya. Pada suatu hari ada kerabatnya yang berani menyentuh pundi-pundi uang yang sengaja beliau taruh di tengah tempat umum untuk menguji kejujuran rakyat di Kalingga. Sayang sekali Ratu Simha belum ada bukti konkretnya yang berupa foto, jadi saya tidak bisa tampilkan di sini. Selain Ratu Simha, kita temui Tribuwana Tunggadewi. Dia memerintah di Majapahit di kala dalam masa transisi.

Pada zaman kolonial Belanda di Jawa Tengah telah lahir RA Kartini. Beliau memperjuangkan nasib wanita-wanita Indonesia dari belenggu adat, sehingga sampai sekarang banyak wanita sukses di banyak lingkungan. RA Kartini ternyata tidak bisa melawan suratan takdir yang mengharuskan dia menjadi isteri yang ke berapa dari seorang bupati. Dia tidak berdaya melawan keputusan orangtuanya. Sungguh-sungguh orangtua yang ingin memasukkan anaknya ke liang lahat. RA Kartini menuliskan seluruh gagasan dan isi hatinya dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang yang disusun oleh Abendanon melalui surat-surat beliau. Oleh karena pemberontakannya terhadap nasib menjadi perempuan yang hanya menjadi konco wingking, perempuan Indonesia masa kini mendapatkan tempat yang luas di area publik.

Setelah bertahun-tahun Belanda bercokol di Aceh, tetapi sulit sekali menguasai Aceh. Dengan berbagai cara Belanda menembus pertahanan Kesultanan Aceh. Di dalam perjuangan itu muncullah Cut Nya’ Dien, Cut Meutia. Di Maluku kita menemukan Christina Martha Tiahahu. Di Jawa Tengah selain RA Kartini, sebelumnya telah ada Nyai Ageng Serang.

Masih banyak bunga-bunga yang bukan bunga di tepi jalan, tetapi perlu tempat yang luas dan waktu yang lama untuk melukiskannya dalam website ini. Mungkin Anda-Anda bisa menemukan banyak bunga-bunga yang saya maksudkan.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: