Posted by: ekosuryanti | November 1, 2007

Cerita Lalu di Sekitar RingRoad

merapi1.jpg tebu.jpgYogyakarta sekarang sudah menjadi daerah yang ramai dengan real estate dan jalan raya. Cerita ini menceritakan tentang keadaan daerah-daerah di sekitar Ring Road Utara dan Monumen Jogja Kembali. Daerah-daerah ini sekarang menjadi mahal harganya. Di sinilah dulu lahir cikal bakal pembalap internasional yang sangat muda, Doni Tata. Di sirkuit RingRoad inilah dulu orangtuanya Doni Tata berpacaran dan mungkin latihan juga. Dulu Bapak Ibunya Doni Tata menikah dalam usia yang sangat muda, dan bergelut di dunia balap membalap. Ibunya saja selalu ikut PORSENI tingkat SD, eh setelah menikah malah menggeluti dunia balap.

minana2.jpg tebu1.jpgSebelum ada ringroad, konon ceritanya daerah sekitar Ring Road Utara masih menjadi persawahan dan perkampungan penduduk. Di sana banyak tumbuh ilalang yang tinggi, tanaman semak-semak, pohon ceredede. Sungainya masih mengalir dengan beningnya, telaga-telaga yang selalu meluap banyak hujan. Kami sering memetik bunga-bunga semak-semak untuk bermain pasar-pasaran. Kami teman-teman sekampung suka membuat pasar-pasar imitasi yang bahan-bahannya dari alam, membuat rumah-rumahan.

Berhektar-hektar kebun tebu ada di sana. Di dalamnya penuh dengan cerita-cerita horor yang membuat merinding bulu kudukKonon dulu di sana hiduplah seorang mandor yang menakutkan, namanya Pak Tolo. Aku tidak tahu sebenarnya beliau itu baik atau tidak, tetapi nenek-nenek kami selalu bilang kalau kami nakal nanti bisa diculik sama Mbah Tolo. Tentu saja kami takut, padahal kami nggak pernah bertemu sedikitpun dengan beliau. Tapi mungkin dulu ada penduduk sekitar yang mencuri tebu di ladang yang ditunggunya, sehingga dia suka marah-marah. Padahal kalau minta pasti juga boleh asal tidak satu truk.

Ketika di kampung sedang panen padi pasti kampung-kampung di sana ramai sampai malam. Setelah memetik padi dengan ani-ani secara bersama-sama, mereka memisahkan bulir-bulir padi dari tangkainya dengan meremas-remas padi itu dengan kaki mereka. Aku cuma melihat-lihat apa yang dilakukan Ibu-Ibu di sana. Aku berusaha mengamati bagaimana memakai ani-ani dan meremas-remas padi. Setelah itu jeraminya bisa untuk tidur-tiduran.

Kalau bulan purnama banyak teman-teman main di halaman rumah kakek nenekku. Konon sebelum dibangun rumah oleh paman-pamanku, lumayan luas juga. Hampir tiap malam selalu bermain di sana. ada beberapa lagu dolanan yang pernah kuingat :

Jamuran, jamuran, gegegetok jamur apa……….

Kami semua bermain melingkar dan bergandengan tangan, salah seorang ada di tengah. Begitu selesai nyanyi yang di tengah selalu meminta yang lain untuk meniru gaya apapun, kalau tidak kuat harus berada di tengah. Misalnya : Jamur Parut. Itu berarti teman-temannya di suruh berdiri dengan satu kaki, lalu telapak kakinya yang diangkat tadi digelitiki, kalau bisa nahan ya aman. Kalau tidak tahan berarti dia harus di tengah. Setelah ada yang jadi, maka membentuk lingkaran lagi sambil menyanyi jamuran lagi, kemudian yang tengah meminta yang melingkar tadi meniru gaya apa saja. Kalau kuat berarti tetap menajdi lingkaran, sedangkan yang tidak kuat jadi di tengah.

mainan.jpg miiiain3.jpg

Ada lagi jenis mainan yang menceritakan musang dan keluarga ayam. Musang itu selalu ingin makan anak ayamnya. Hai induk ayam, bolehkah aku minta anakmu. Tentu saja ayam tadi tidak membolehkan. Melalui sebuah basa-basi dengan balas pantun yang panjang, musang itu akhirnya mau menangkap salah satu anaknya, dan induk ayam mempertahankan, sedangkan yang paling belakang diminta berpegangan erat dengan yang di depannya.

Kucing gering merupakan salah satu jenis mainan yang dimainkan secara kelompok. Pertama-tama harus membuat gambar kompas atau arah mata angin. Lima orang anak atau lebih berlomba lari menuju gambar arah mata angin. Yang tidak bisa berdiri di atas ujung penunjuk arah angin itu berarti dia yang jaga. Dia terus mengamati arah perpindahan tempat dari teman satu ke lain. Dia harus berhasil mendapatkan tempat yang kosong. Bagi anak yang tidak kebagian tempat lagi pasti dia akan jadi penjaga di tengah.

Jeg-Jegan merupakan jenis permainan anak-anak Jogja membagi anak-anak dalam dua kelompok. Setiap kelompok memiliki markas sendiri. Pertama-tama mereka kejar-kejaran. Anggota kelompok A menjadi umpan, lalu dikejar anggota kelompok B. Anggota kelompok A lain mengejar anggota kelompok B yang mengejar temannya tadi. Kalau ada tertangkap berarti menjadi tawanan di pertahanan lawan. Kalau berhasil menarik tangan temannya tadi tanpa tertangkap lawannya berarti temannya terbebas dari tawanan. Kalau beberapa anggota dari masing-masing kelompok tertangkap dan jadi tawanan di masing-masing markas, maka tinggal perebutan markas. Yang berhasil menduduki markas lawan berarti kelompoknya yang menang.

Mainan petak umpet ada berbagai jenis. Mainan yang dalam bahasa Inggrisnya dikenal dengan “hide and seek” ini bisa menggunakan alat ataupun sekedar tembok dan pohon sebagai markas penjaganya. Ada juga yang memakai pecahan genting yang disusun ke atas, ada juga yang memakai bola.

Setiap mainan biasanya dimulai dengan hom pimpah, alahiyo gamyeng. Kemudian tangannya di rentang ke depan. Kalau yang berbeda sendiri menang. Yang terakhir tinggal berdua, sehingga untuk menentukan pemenangnya dengan pingsut. Pingsut memakai tiga jari yaitu ibu jari, telunjuk dan kelingking. Jika anak yang satu menunjukkan jari telunjuknya, sedangkan anak yang lain menunjukkan ibu jarinya, maka anak yang menunjukkan ibu jarinya itu yang menang. Jika anak yang satu menunjukkan ibu jarinya, sedangkan anak yang lain menunjukkan jari kelingkingnya, maka si jari kelingking yang menang. Jari kelingking simbol dari semut, ibu jari simbol dari gajah, jari telunjuk simbol dari manusia. Gajah melawan manusia akan menang, gajah melawan semut akan kalah, manusia melawan semut dia akan menang.(bersambung)


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: