Posted by: ekosuryanti | November 11, 2007

Monkey and its owner

Kira-kira dua tahun lalu saudaraku membeli seekor anak monyet. Ide ini timbul karena ada anggota keluarga memelihara anjing. Daripada memelihara anjing, mendingan monyet. Kami sebagai seorang muslim memang tidak bisa setiap hari diendus-endus anjing, walaupun anjing memang makhluk Tuhan yang manis sekali. Tau kan dalam tradisi muslim tidak diijinkan memelihara anjing. Saya tau juga kalau Tuhan tidak bermaksud jahat dengan perintah-NYa tersebut. Buktinya menyatakan kalau dulu ada pendosa memberi minum anjing, bisa masuk surga.

Monyet kecil itu dibeli di pasar Ngasem dengan harga Rp 150.000,00. Kami beri nama monyet itu Aming, tetapi aku lebih suka menganggapnya sebagai Anoman. Anoman yang bulunya putih walau bulunya tidak putih. Dalam budaya Jawa, Anoman adalah makhluk yang sangat setia kepada Ramayana dan Dewi Shinta, sehingga dia mau melawan kejahatan Dasamuka. Kujodohkan dia dengan kucing berekor panjang yang juga manis sekali. Mula-mula sulit sekali aku mendekati monyet itu. Kemudian tiap hari aku berusaha mendekatinya. Tingkahnya memang benar-benar lucu seperti anak kecil. Pernah juga salah seorang muridku (sebelum di BAPEDA aku punya banyak murid) memberikan baju padanya, tetapi setelah dipakaikan justru dibuang.

Setelah setiap hari kudekati dengan pisang, buah-buahan, nasi, akhirnya dia mulai akrab. Setiap aku pulang kerja kuberi dia oleh-oleh makanan agar monyet itu senang. Dia selalu menari-nari kegirangan kalau melihat dan mendengar suara sepeda motorku. Pernah Kawasaki biru itu dinaikinya hingga yang bagian depan berbunyi. Yah, aku tahu kalau dia senang melihatku.

Seminggu sekali kusediakan seember air agar dia mandi. Dia bisa mandi sendiri. Kadang-kadang airnya sampai coklat. Setelah bosan main air, air di ember segera ditumpahkan. Kemudia dia berjemur di pasir. Padahal dulu saudaraku masih sempat memandikannya dengan sampo hewan, tetapi lama-lama kok males, ya. Sehabis dia mandi, terus diberi makan. Apabila ada kucing mendekatinya pasti justru kucing itu yang marah-marah, sedangkan monyet itu hanya tenang-tenang saja.

Seperti hari biasanya kubawakan makanan dia dari tempat kerja, tetapi ternyata dia lepas dari tiang. Kucari dia kemana saja , tetapi tidak ketemu juga. Aku khawatir kalau dia ditembak pemburu liar atau bagaimana. Aku bayangkan bagaimana dia makan, kalau makan buah-buahan milik tetangga pasti tidak enak dengan tetangga. Setelah beberapa hari kemudian dia kembali ke rumah.

Hari yang indah sekali ketika kulihat dia ada di rumah lagi. Pokoknya aku senang sekali bila melihat dia melompat-lompat kegirangan. Makanan apa saja kuberusaha membaginya, agar dia selalu mendoakanku. Tetangga-tetanggaku suka melihat monyetku itu.

Sampai menjelang Ramadan kemarin dia sering lepas dari rantainya, dia terbang ke sana ke mari. Capek sekali aku mengejarnya. Akhirnya ekornya kupegang terus dirantai. Mengingat monyet itu mungkin perlu perawatan lebih, maka monyet itu dialihpeliharakan kepada seorang seniman di Prambanan, namanya Mas Alif. Ucapan yang keluar dari seniman itu ketika mau membawa Aming dari rumahku, “Yok nderek Papa Yok, loh kok wis ngompol, sesuk nek aku besanan Aming tak undang ya….” Kayaknya Aming sama Mas Alif cocok sekali sama-sama gondrongnya.

Sejak Ramadan itu, monyet itu dipeliharanya. Sedih sekali rasanya jauh dariku. Tetapi temanku memang suka provokator juga, jangan dekat-dekat kucing sama monyet, awas lho. Tetapi juga sedih. Monyet bagai seorang manusia juga.

Beberapa minggu yang lalu aku jalan-jalan ke Prambanan. Aku tidak bisa ketemu Aming yang kuanggap Anoman itu. Kebetulan pas di Prambanan ketemu Mas Alif, kutanyakan keadaan monyet itu. Dia bilang kalau Aming sekarang sudah gemuk, baru saja sakit tapi sudah dibawa ke dokter. Penduduk Prambanan suka ngasih makan ke Aming. Dan memang isterinya pernah bilang kalau akhir-akhir ini sering harus belanja buah-buahan buah Aming. Tetapi sekarang namanya diganti dengan ALEX. Sedih rasanya.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: